Categories
Uncategorized

Tentang Free Will, Ukraina & Russia

Menyadur inti dari War and Peace-nya Leo Tolstoy, (sastrawan RUSIA lho) akhirnya permasalahan terbesar itu tentang cara kita semua bereaksi terhadap ilusi free will dan ilusi individualitas.

Napoleon dalam benak kebanyakan warga Rusia di War and Peace, jelas digambarkan sebagai penjahat, Antichrist, seorang yang jahat sekali, sangat berkuasa terhadap 1 juta orang yang mati di perang Rusia dan Perancis di awal 1800an itu. Duaratus dua puluh tahun berselang, sekarang Putin dianggap sama. Monster, Megalomaniac dll.

Perancis mengingkari Liberte, Egalite dan Fraternite saat tiba-tiba Napoleon kok jadi kaisar, eh nyerang Rusia, eh bagi2 kue Afrika dan Asia dengan para penjajah kolonial lain, eh sampai sekarang juga masih punya tanah jajahan di mana-mana.

Amerika juga dengan bullshit-nya dari dulu bangga punya declaration of independence (yang isinya untuk manusia kulit putih aja). Kulit hitam jadi budak, selain kulit putih bukan manusia. Bom nuklir yang pernah benar-benar pakai siapa lagi kalau bukan Amerika yang terhormat. Sampe sekarang juga Amerika dan antek-anteknya masih penuh bullshit. Kerjanya cuma propaganda heroisme lewat film Marvel. Nyatanya masih bantuin ngebom di Yaman. Masih bodo amat sama Palestina. Tiba-tiba munafik sekali kasih sangsi ini itu ke Rusia. 

Coba bandingkan lebih dari 200 ribu korban Amerika di Afghanistan & Pakistan. 

Sejak 2008-2020 ada lebih dari 5000 orang Palestina mati karena konflik dengan Israel.

Sekarang ujug-ujug semua kasih hukuman Rusia? Karena korbannya sesama bangsa kulit putih dan mata biru? (btw banyak Jurnalis rasis yang bikin pernyataan semacam ini juga di TV).

Kok Israel ngga pernah ada yang kasih sanksi? Arab Saudi yang perang di Yaman ngga di-embargo? Kalo Amerika okelah, siapa yang berani kasih sanksi. Roman Empire jaman now. Yang jelas intinya “manusia” itu ternyata tetap cuma orang kulit putih.

Balik ke Leo Tolstoy. Orang-orang seperti Napoleon, Tsar Alexander, Trump, Putin, Biden, Xi Jinping, hingga Soeharto dan Jokowi, sebenarnya cuma perlambang kesadaran kolektif umatnya. Seakan mereka sangat berkuasa dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi. Ilusi kehendak bebas itu yang seakan kelihatannya mereka memilih kebijakan ini itu, perang ke sana sini, bunuh sekelompok manusia di sini dan di sana.

Inti tulisan ini cuma satu, kalau kamu lihat di media ada tulisan pemimpin negara ini atau itu disebut sebagai MONSTER, MEGALOMANIAK, dan lain-lain, sadarilah bahwa media tersebut sedang mencuci otakmu! Amerika, Belanda, Rusia, Jawa, sama monsternya!

Sadari, lalu kembali ke satu-satunya free will yang kita masih punya. Untuk diam sebentar, merenung, berpikir. Tidak hanya jadi budak impuls-impuls train of thought dan perasaan.

By Mahatma Putra

Currently having a long vacation from social media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s