Categories
Kontemplasi

This China Virus!

Tidak ada satu bangsa pun yang ingin diasosikasikan dengan satu jenis penyakit. Flu Hongkong, Spanish Flu dan lain-lain, adalah istilah saat dunia masih terpecah-pecah dengan semangat tribalistik. Itu penyakit negaramu! Mirip saat awal penyakit sifilis menyebar, orang Eropa menyebutnya “Penyakit Perancis”, orang Perancis menyebutnya “Penyakit Itali”, penyakit ini akhirnya menyebar ke Asia dan Afrika, dimana kemudian bangsa Arab menyebutnya “Penyakit Kristen”, hingga akhirnya semua sepakat dengan “Sifilis.” Yah, agak aneh juga ya saat tidak ada yang mau diasosiasikan dengan asal-usul bakteri yang beranak-pinak lewat aktifitas seksual. Apa ada bangsa yang tidak aktif secara seksual?

Saya kira hanya Donald Trump yang menyebut Covid 19 dengan “The China Virus”. Rupanya ada juga simpatisan Trump di Australia yang setuju dengan sebutan itu dan tidak segan-segan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Pertama kali saya ngobrol dan mendapatkan kata “The China Virus” beberapa kali dalam percakapan dengan salah seorang ayah teman dari Samudra, saya agak risih. Yang pasti jelas terdengar tidak politically correct. Saya langsung menduga, wah dia ini pasti simpatisan Trump. 😁

Untuk tahu asal-usul COVID-19 sebenarnya tidak sulit-sulit amat ya. Kalau melihat pola asal usul kemunculan banyak sekali virus di dunia, seperti Ebola, Zika, HIV, dll, kita tahu bahwa rata-rata virus-virus itu muncul di kawasan perbatasan bekas pembabatan hutan. Virus dan inangnya berevolusi dan hidup berdampingan dengan damai dalam hutan, terpisah dengan evolusi peradaban aftifisial kita. Saat tempat tinggal virus-virus itu, dan inangnya dibabat habis oleh manusia, kemudian ya wajar sekali saat tiba-tiba karena kehilangan inang dan tempat tinggal, pindahlah mereka ke tubuh manusia. Gampang banget tinggal googling juga banyak artikel-artikel yang kredibel.

Di Australia saat saya belanja ke K-Mart, Target, Big W, dan super store-super store lainnya, hampir seluruh barang yang dijual merupakan barang-barang “Made in China.” Mulai dari baju, sepatu, celana dalam, perkakas plastik, besi, tenda pantai, furnitur bambu, produk-produk kayu, termasuk train-track mainan anak dari kayu yang kelihatannya “natural”. Semua “Made in China”. Semua dijual dengan harga murah. Saya ingat sekali beberapa tahun lalu saat Samudra masih berumur 3 tahun, saya senang bisa mendapatkan kereta bayi yang murah sekali, dan kualitasnya bagus. Dengan $20 di K-Mart, dapat kereta bayi dengan kualitas baik. Tentu saja “Made in China.”

Saat Australia mencintai produk-produk buatan China, ikut berpartisipasi aktif dalam eksploitasi alam untuk menikmati produk-produk “Made in China”, paling tidak mengakui bahwa virus ini adalah virus dunia, menyebutnya sebagai COVID-19 adalah sesuatu yang sangat gentleman bagi saya.

Segala keinginan-keinginan dan aksi kita semua, saat kita terus membeli barang-barang murah “Made in China”, diuntungkan dengan adanya produk-produk tersebut, kita juga termasuk dalam sistem yang mengeksplotasi dan mencemari alam ini. Kita adalah bagian dari sistem yang menyebabkan terjadinya pandemi ini. Segala sesuatu saling berkaitan. Anatman. Ya, kamu dan saya juga.

Kalau mau lebih dalam menyelami hubungan diri kita sebagai individu yang “tidak berarti” ini terhadap sistem raksasa dunia, saran saya tontonlah film dokumenter Diam & Dengarkan di Youtube. Gratis!

No nation wants to be associated with one type of disease. Hong Kong Flu, Spanish Flu and others were terms created when the world was still divided with a tribalistic spirit. It’s your country’s disease! Similar to when Syphilis first spread, the Europeans called it “French disease”, the French called it “Italian disease”, this disease eventually spread to Asia and Africa, where later the Arabs called it “Christian disease” until finally all agreed with “Syphilis. ” Well, it’s a bit weird that no one wants to be associated with the origin of the bacteria that reproduce through sexual activity. Is there any sexually inactive nation?

I thought only Donald Trump calls Covid 19 “The China Virus”. I just knew that Trump supporters in Australia also agrees with the term and doesn’t hesitate to use it in everyday conversation. The first time I heard the word “The China Virus” is in one conversation with Samudra’s friend’s father, I was a little uncomfortable. What is obvious for me, is that it does not sound politically correct. I immediately suspected that he must be a Trump sympathizer! 😁

To know the origin of COVID-19 is not very difficult. Let’s look at the pattern of origins of the emergence of a lot of viruses in the world, such as Ebola, Zika, HIV, etc. We know that on average, these viruses appear around the deforestation area. Viruses and their hosts evolved and coexisted peacefully in the forest, separate from the evolution of our artificial civilization. When their habitat and host is entirely devastated by humans, then it is only natural for them to move to the human body. It’s really easy just to google it. There are lots of credible articles.

In Australia, when I shop at K-Mart, Target, Big W, and other superstores, almost all the items sold are “Made in China”. From clothes, shoes, underwear, plastic & stainless steel utensils, beach tents, bamboo furniture, wood products, including those train-tracks toys made of wood that look “natural”. All “Made in China” and sold at very low prices. I remember a few years ago when Samudra was around 3 or 4 years old, I was happy to found a pram that was so cheap, and of good quality. For $20 at K-Mart, you can get a good quality pram. Of course, it’s “Made in China.”

When Australians love those Chinese products, participate actively in the exploitation of the natural world by buying, shopping and enjoying “Made in China” products, at least to admit that this virus is a world virus, calling it COVID-19 is something very gentlemanly for me.

Our desires of this “Made in China” goods, benefiting ourselves from these products, we are also a part of a system that exploits and pollutes this world. Sometimes we failed to see that we are part of this system that creates this pandemic. Everything is connected. Inter-be. Interbeing. Yes, even you and me.

If you want to dig deeper into the relationship of ourselves as “insignificant” individuals to this giant world system, I suggest watching this documentary “Be Quiet & Listen” on Youtube. It’s free!

By Mahatma Putra

Currently having a long vacation from social media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s