Categories
Uncategorized

Manusia dan Matahari

Manusia dan Matahari adalah kawan

Berebut awan menunggu hujan
Matahari dan awan memang berdampingan
Namun manusia lebih cinta awan ketimbang panas sengatan
Matahari lalu terheran pada manusia
Mengapa awan lebih dipuja daripada ia
Mungkin awan lupa sejenak
Merasa pongah berada ditengah serasa bijak
Padahal awan hanya gumpalan air mata
Sekejap kemudian cair melanda
“Selamat pagi manusia,” kata matahari,
Sejenak setelah manusia menari.

By Mahatma Putra

Currently having a long vacation from social media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s